PASTIBERITA – Kepedulian itu tidak selalu diukur dari besarnya bantuan. Kadang, ia diukur dari seberapa cepat seorang pemimpin hadir saat rakyatnya menangis kehilangan tempat tinggal.
Itulah yang ditunjukkan Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, saat mengunjungi langsung korban kebakaran di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Joncik datang bersama Sekretaris Daerah Fauzan Khoiri Denin dan rombongan pemerintah daerah, menembus jarak untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian.
Camat Ulu Musi, Mawardi, menjelaskan kebakaran itu menghanguskan dua unit rumah warga dalam waktu sangat singkat.
Saking cepatnya api membesar, sebagian besar harta benda korban tidak sempat diselamatkan.
Dari puing-puing yang tersisa, hanya satu set kursi dan satu unit sepeda motor yang berhasil dievakuasi.
“Kami bersyukur atas perhatian pemerintah daerah yang datang langsung menemui warga. Bantuan ini sangat berarti bagi korban untuk melewati masa sulit,” ujar Mawardi.
Dalam sambutannya, Joncik mengaku langsung memerintahkan jajarannya bergerak begitu menerima kabar kebakaran.
Sekda bersama Dinas Sosial dan Korpri bahkan telah lebih dahulu turun untuk melihat kondisi warga dan menyalurkan bantuan awal.
Menurut Joncik, kehadiran pemerintah di tengah musibah bukan semata-mata soal nominal bantuan, melainkan soal empati.
“Yang penting kita ikut merasakan, ikut menghibur, dan ikut bersama-sama dengan masyarakat yang ditimpa musibah,” tegas Joncik di hadapan warga.
Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Joncik menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk keluarga korban.
Ia meminta Camat Ulu Musi mengatur penyalurannya agar diprioritaskan bagi warga yang rumahnya habis terbakar.Ajakan Gotong RoyongJoncik juga mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama.
Ia mencontohkan penanganan korban musibah di wilayah Landur. Berkat solidaritas guru, PGRI, dan berbagai organisasi, bantuan yang terkumpul saat itu mencapai hampir Rp80 juta.
“Bagi yang memiliki kelebihan rezeki, sisihkan sebagian untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan,” ajaknya.
Joncik menegaskan, keterbatasan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kepedulian sosial. Sebab, di saat bencana datang, yang paling dibutuhkan warga bukan hanya bantuan, tetapi keyakinan bahwa pemerintah hadir dan rakyat tidak ditinggalkan sendirian.(RIL)








