PASTIBERITA – Pemerintah Kota Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menangani musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda sejumlah titik di Sumatera Selatan.
Keseriusan itu tampak dari aksi pemantauan langsung yang dilakukan Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ke sejumlah posko karhutla di beberapa kecamatan di Kota Palembang, Senin (7/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ratu Dewa melaporkan perkembangan terkini karhutla di wilayahnya. Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga awal September 2026, tercatat sebanyak 297 titik karhutla di Kota Palembang dengan total luas lahan terbakar mencapai 253 hektare.
“Lahannya itu lahan mineral, bukan lahan gambut. Kemarin menurut laporan ada 10 titik, tadi malam juga langsung diterjunkan 30 armada dari Damkar Kota Palembang,” ujar Ratu Dewa saat meninjau Posko Karhutla Kecamatan Alang-Alang Lebar.
Guna mempercepat penanganan, Ratu Dewa mengaku telah mengambil kebijakan strategis dengan menempatkan petugas posko di titik-titik terdekat dengan lokasi berisiko karhutla.
“Jadi nantinya tidak terlalu lama untuk menuju lokasi. Lima menit sudah bisa langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman api. Ini berlaku di seluruh kecamatan,” jelasnya.
Berdasarkan data laporan, Kecamatan Sematang Borang tercatat sebagai wilayah dengan titik karhutla tertinggi, disusul Kecamatan Alang-Alang Lebar, dan Kecamatan Ilir Barat Satu.Pada kesempatan itu, Ratu Dewa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Sumsel yang terus memberikan bantuan dalam penanggulangan karhutla di Kota Palembang
.“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita juga terus berkoordinasi rutin dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi. Dan secara rutin juga telah kita laporkan,” pungkasnya.(ril)








