PASTIBERITA– Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan kerja serta dengar pendapat bersama jajaran Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan kinerja perbankan, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta kontribusi Bank Sumsel Babel terhadap perekonomian Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir memiliki kepemilikan saham di Bank Sumsel Babel. Sementara itu, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya berada pada angka sekitar 2,9 persen.
Capaian tersebut mencakup kinerja Kantor Cabang Inderalaya beserta dua kantor cabang pembantu, yaitu Kantor Cabang Pembantu Tanjung Raja dan Kantor Cabang Pembantu Tanjung Batu.
Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya didukung oleh sejumlah produk perbankan, seperti Tabungan Pesirah dan deposito berjangka. Sebagian besar nasabah berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Segmen ASN dan PPPK juga masih mendominasi portofolio kredit konsumtif Bank Sumsel Babel melalui produk Kredit Serba Guna (KSG). Pembayaran angsuran kredit dilakukan melalui pemotongan gaji secara langsung sehingga memiliki tingkat risiko yang relatif rendah dan menjadi salah satu penopang pendapatan bunga bank.
Untuk memperkuat pelayanan kepada segmen tersebut, Bank Sumsel Babel menawarkan suku bunga kredit khusus ASN yang kompetitif, yakni mulai dari 5,1 persen flat. Dengan karakteristik tersebut, mayoritas portofolio kredit yang disalurkan Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya masih berada pada kegiatan pembiayaan dengan tingkat risiko rendah atau low risk.
Komisi III DPRD Prov. Sumsel juga memberikan perhatian terhadap pengembangan layanan perbankan digital. Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya didorong untuk memperluas akses layanan melalui penempatan mesin ATM di kawasan strategis, khususnya di lingkungan kampus, serta meningkatkan penggunaan BSB Mobile dan QRIS di tengah masyarakat.
Selain kredit konsumtif, Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya telah menjalin kerja sama dengan sekitar 10 pengembang atau developer. Salah satu kerja sama terbesar berkaitan dengan pengembangan proyek TPI.
Namun, aktivitas kontraktor saat ini masih lebih banyak berupa penarikan dana. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh situasi perekonomian global yang berdampak terhadap perputaran keuangan dan aktivitas usaha di daerah.
Di tengah kondisi tersebut, kinerja Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya tetap didukung oleh sektor ritel, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta sektor perkebunan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi III DPRD Prov. Sumsel mendorong Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk tidak hanya memperkuat kredit konsumtif, tetapi juga meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor produktif.
Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM, sektor perkebunan, kontraktor, dan pengembang diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Ilir.
Komisi III DPRD Prov. Sumsel juga mengharapkan Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga tingkat kredit bermasalah, memperluas inklusi keuangan, serta mempercepat transformasi layanan digital agar semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.(adv)








