Beranda Palembang Ketua TP PKK Palembang Salurkan PMT bagi Ibu Hamil Risiko Stunting di...

Ketua TP PKK Palembang Salurkan PMT bagi Ibu Hamil Risiko Stunting di Sako, Perkuat Intervensi Gizi 1.000 HPK

1
0

PASTIBERITA Komitmen Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Penggerak (TP) PKK dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata.

Salah satunya dengan mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting.

Kegiatan tersebut kali ini dipusatkan di Kecamatan Sako sebagai bagian dari program intervensi gizi berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menegaskan bahwa pemenuhan gizi ibu hamil merupakan investasi penting dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah anak dilahirkan.

“Pemberian Makanan Tambahan ini bertujuan meningkatkan status gizi ibu hamil, mencegah kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia, serta mendukung pertumbuhan janin agar lahir sehat dengan berat badan yang normal,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, masa kehamilan merupakan bagian dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Apabila kebutuhan gizi ibu terpenuhi dengan baik, maka risiko stunting pada bayi dapat ditekan secara signifikan.

“Intervensi pada masa 1.000 HPK merupakan langkah paling efektif dalam mencegah stunting. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil harus menjadi prioritas bersama,” katanya.

Dewi mengungkapkan, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang mulai menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data terbaru, jumlah balita stunting di Kota Palembang mengalami penurunan dari 157 balita pada tahun 2025 menjadi 136 balita pada Mei 2026.

Di Kecamatan Sako sendiri, angka stunting juga turun dari 8 kasus menjadi 5 kasus.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa kerja sama seluruh pihak mulai membuahkan hasil. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras agar angka stunting terus menurun,” ujar Dewi.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kota Palembang menyalurkan PMT berupa susu dan telur kepada 179 ibu hamil risiko stunting yang tersebar di 18 kecamatan, termasuk 9 penerima manfaat di Kecamatan Sako.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026.

Menurut Dewi, pemilihan susu dan telur sebagai PMT didasarkan pada kandungan gizinya yang kaya akan protein, vitamin, mineral, serta nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan ibu hamil dan janin.

“Bantuan ini bukan sekadar pemberian bahan makanan, tetapi merupakan bagian dari strategi intervensi gizi untuk memastikan ibu hamil memperoleh asupan nutrisi yang memadai sehingga janin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Dewi juga menekankan bahwa keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara TP PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mengapresiasi dedikasi kader TP PKK dan tenaga kesehatan yang terus mendampingi para ibu hamil, mulai dari pendataan, edukasi, hingga pemantauan kondisi kesehatan mereka. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan penurunan angka stunting,” kata Dewi.

Dewi berharap program PMT dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita harus mengawal program ini bersama-sama agar setiap ibu hamil memperoleh perhatian, pendampingan, dan asupan gizi yang cukup. Dengan demikian, semakin banyak bayi yang lahir sehat, tumbuh optimal, serta menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini