PASTIBERITA Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie kini memberikan klarifikasinya setelah rencana pengadaan meja biliar senilai Rp486,9 juta pada APBD Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2026 menjadi sorotan.
Kini, Ketua DPRD memastikan rencana itu batal.
Hal itu juga dikonfirmasi oleh Sekretaris DPRD.
Rencana itu batal termasuk dengan pengadaan lainnya.
Salah satu sumber engan namanya disebutkan mengatakan, di Sekretariat DPRD Sumsel mengatakan bahwa pembatalan tersebut dilakukan setelah rencana itu menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Pastinya sudah dibatalkan, termasuk untuk sejumlah pengadaan lainnya,” katanya.
Beberapa pengadaan lain yang turut dibatalkan adalah alat gym untuk rumah dinas Wakil Ketua III (Ilyas Panji Alam) sebesar Rp395 juta.
Pembatalan ini sejalan dengan pernyataan Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, yang memberikan penjelasan terkait pengadaan meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) pimpinan dewan tersebut.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per 7 Maret 2026, anggaran meja biliar itu awalnya diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel sebesar Rp335,9 juta, sehingga totalnya mencapai Rp486,9 juta.
Menanggapi hal tersebut, Andie menyampaikan apresiasinya atas masukan dan saran dari media.
Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut.
“Namun, perlu diketahui bersama bahwa semua itu masih dalam tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ujarnya.
Andie, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel, menjelaskan bahwa meja biliar tersebut awalnya direncanakan sebagai tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel untuk berlatih.
Namun, legislator dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa ia memahami kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.
“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” tandas Andie.(ril)








