Beranda NUSANTARA Lebaran di Rutan KPK Dijaga Ketat, 265 Keluarga Kunjungi Tahanan

Lebaran di Rutan KPK Dijaga Ketat, 265 Keluarga Kunjungi Tahanan

1
0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di rumah tahanan (rutan) berjalan tertib, aman, dan tetap menjunjung tinggi prinsip penegakan hukum. Momentum keagamaan ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bagi para tahanan, tanpa mengendurkan pengawasan.(Foto: Dok KPK)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di rumah tahanan (rutan) berjalan tertib, aman, dan tetap menjunjung tinggi prinsip penegakan hukum. Momentum keagamaan ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bagi para tahanan, tanpa mengendurkan pengawasan.

Sepanjang libur Lebaran yang dimulai sejak Sabtu (21/3/2026), tercatat sebanyak 265 keluarga mendaftar untuk mengunjungi tahanan di Rutan Gedung Merah Putih KPK dan Rutan Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC). Dari total 81 tahanan, sebanyak 73 orang menerima kunjungan langsung, sementara empat lainnya dikunjungi secara daring.

Kepala Rutan KPK, Togi Robson Sirait, mengatakan lonjakan pengunjung pada momen hari raya telah diantisipasi melalui penambahan fasilitas layanan. “Dalam kunjungan hari raya, selalu terjadi peningkatan jumlah pengunjung. Rutan menambah meja pendaftaran untuk mengurangi antrean,” ujar Togi, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (26/3/2026).

Meski suasana Lebaran sarat nuansa emosional, KPK menegaskan tidak ada pelonggaran prosedur. Seluruh pengunjung tetap menjalani pemeriksaan ketat, baik fisik maupun barang bawaan, guna mencegah masuknya barang terlarang atau potensi pelanggaran lainnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan rangkaian kegiatan Idulfitri diawali dengan pelaksanaan salat Id berjamaah di Masjid Gedung Merah Putih pada pukul 06.00–08.00 WIB. Selanjutnya, layanan penitipan makanan dibuka secara terbatas pada pukul 09.00–10.00 WIB, diikuti sesi kunjungan keluarga pada pukul 10.00–13.00 WIB.

Menurut Budi, kehadiran keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan moral dan emosional bagi para tahanan. “Momentum ini diharapkan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menjadi ruang introspeksi diri,” katanya.

KPK juga menaruh perhatian khusus pada potensi penyimpangan yang kerap muncul di momen hari besar keagamaan. Tradisi pemberian bingkisan atau hadiah saat Lebaran dinilai berpotensi menjadi celah praktik gratifikasi.

Untuk itu, seluruh petugas rutan diarahkan menolak segala bentuk pemberian dari pihak keluarga tahanan. Pengawasan berlapis diterapkan sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas institusi, bahkan di tengah suasana perayaan.

KPK turut mengapresiasi kepatuhan keluarga tahanan yang mengikuti aturan jam kunjung serta pembatasan barang bawaan. Ke depan, lembaga antirasuah tersebut berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan rutan yang humanis, namun tetap berorientasi pada pencegahan penyimpangan.

Saat ini, Rutan KPK menampung 81 tahanan yang tersebar di dua lokasi, yakni 41 orang di Gedung Merah Putih dan 40 orang di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, dengan mayoritas atau 67 orang beragama Muslim.(infopublik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini