Beranda KRIMINAL BNNP Sumsel  sikat  47 Kilo Sabu jaringan Malaysia – Palembang -PALI, 2...

BNNP Sumsel  sikat  47 Kilo Sabu jaringan Malaysia – Palembang -PALI, 2 kurir dibekuk dengan upah Rp 135 juta per kali kirim 

0

PASTIBERITA– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan kembali mengguncang peredaran narkotika.

Dalam operasi senyap, BNNP Sumsel berhasil membongkar dugaan jaringan internasional Malaysia-Palembang-PALI dan mengamankan barang bukti fantastis, 47,076 kilogram sabu dan 9.439 butir ekstasi.

Dua kurir kelas kakap diringkus, mereka berinisial MB (34) dan DD (46). Keduanya diduga sudah berulang kali menjadi “kuda pengirim” narkotika lintas provinsi.

Pengungkapan besar ini disampaikan langsung Kepala BNNP Sumatera Selatan Brigjen Pol Hisar Siallagan dalam konferensi pers di halaman Kantor BNNP Sumsel, Rabu (2/9/2026).

Penangkapan pertama menyasar MB di kediamannya, Jalan Lumban Meranti Jaya, Perumahan Kirana Surya II, Desa Kenten Laut, Banyuasin, pada Rabu (19/8/2026).

Dari rumah MB, petugas menyita 3.000 gram sabu dalam 3 bungkus plastik. Tak hanya itu, polisi juga menemukan gudang ekstasi, 9.439 butir dengan berbagai logo.

Rinciannya 5.000 butir logo Heineken seberat 2.253 gram, 4.000 butir logo TikTok seberat 1.817 gram, serta ratusan butir lainnya.

Yang lebih mengejutkan, ditemukan juga 140 cartridge berisi cairan narkotika Golongan II seberat 1.272 gram dan 1.076 gram kristal putih lainnya.

MB mengaku direkrut oleh seseorang berinisial AP pada 15 Agustus 2026 untuk menjadi kurir.

Dua hari kemudian ia diarahkan mengambil karung putih berisi narkotika dan menyimpannya di lemari kamar.

Kurir Senior DD Ditangkap Bawa 43 Kg SabuEmpat hari berselang, giliran DD yang ditangkap.

Pria 46 tahun itu diamankan di SPBU Jalan Sriwijaya Raya, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Selasa (25/8/2026), saat mengantre BBM mengendarai Daihatsu Terios hitam.

Hasil penggeledahan membuat petugas terperangah. Di dalam mobil ditemukan 43 bungkus plastik biru berisi sabu dengan total berat 43 kilogram.

Jika digabung, total sabu yang disita BNNP Sumsel dari dua tersangka mencapai 47.076 gram atau 47,076 kg.Upah Fantastis Rp135 Juta Sekali AntarDalam pemeriksaan, DD awalnya mengaku baru sekali mengantar. Namun data intelijen BNNP Sumsel menyebut sebaliknya.

“Kalau catatan kita dari pengakuan dia sudah melakukan pengiriman satu kali. Tapi catatan BNNP pelaku sudah mengirim hampir lima kali mengantar. Secara lisan mengatakan lima kali, tapi pada saat di-BAP dia bilang sekali,” ungkap Hisar.

Untuk sekali pengiriman, DD disebut menerima upah Rp100 juta hingga Rp135 juta.Indikasi Jaringan Internasional, BNNP Kejar Bandar dan AsetHisar menegaskan pengungkapan ini belum selesai.

BNNP Sumsel akan terus mengembangkan kasus hingga ke pemasok dan bandar utama.

“Ya tentunya masih ada. Kita akan tetap kembangkan sampai ke atas, karena prinsip BNN, tangkap kurirnya, tangkap bandarnya, dan miskinkan!” tegas Hisar.

Dugaan keterlibatan jaringan internasional menguat dari kemasan sabu dan ekstasi yang ditemukan.

“Dari kemasan, kemudian dari data intelijen juga… tipe-tipe seperti ini, dengan bungkus yang seperti ini, itu dimungkinkan memang dari luar negeri,” jelas Hisar. “Sabunya juga.

”Meski begitu, seluruh pendistribusian yang berhasil diungkap masih menggunakan jalur darat. BNNP kini berkoordinasi dengan BNN RI dan PPATK untuk menelusuri aliran dana dan menjerat para pelaku dengan Tindak Pidana Pencucian Uang.Kedua tersangka kini mendekam di sel BNNP Sumsel. Barang bukti diamankan sebagai alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut.Perang terhadap narkoba di Sumsel, kata Hisar, tidak akan berhenti.(ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini