PASTIBERITA — Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meluncurkan Taman Anak Sejahtera (TAS) “Wong Kito”.
Kehadiran fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkot dalam memberikan perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan hak anak.Peluncuran dilakukan dengan dukungan Kementerian Sosial RI melalui Sentra “Budi Perkasa” Palembang dan disambut langsung oleh Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.
Lingkungan Aman untuk Tumbuh KembangDewi Sastrani menilai TAS “Wong Kito” merupakan bentuk sinergi pemerintah dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Keberadaan TAS ini sangat penting untuk memperkuat layanan pengasuhan, perawatan, perlindungan, serta dukungan tumbuh kembang anak. Fasilitas ini juga diharapkan dapat membantu orang tua, terutama yang memiliki aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
TAS “Wong Kito” menyasar anak usia dini, khususnya usia 3 hingga 4 tahun. Usia tersebut dinilai sebagai tahapan krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Momentum HAN 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Menurut Dewi, menyayangi anak tidak cukup hanya dengan kasih sayang. Anak juga harus mendapatkan perlindungan, pemenuhan hak, pendidikan, stimulasi tepat, dan lingkungan yang membentuk karakter.
“Anak adalah bagian penting dari masa depan Kota Palembang dan bangsa Indonesia. Meningkatkan kualitas anak harus dilakukan bersama, tidak hanya lewat pendidikan formal, tetapi juga melalui keluarga dan lingkungan sosial yang aman,” tegasnya.
Berdasarkan data BPS Kota Palembang tahun ajaran 2024/2025, terdapat 977 sekolah, lebih dari 362 ribu peserta didik, dan sekitar 21 ribu guru di Kota Palembang.Dengan jumlah anak sebesar itu, Dewi menyebut ini menjadi potensi sekaligus tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemkot Palembang berharap kehadiran TAS “Wong Kito” dapat menjadi model layanan pengasuhan berbasis komunitas yang terintegrasi, sehingga setiap anak di Palembang mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.(ril)








