PASTI BERITA— Griya Agung Palembang menjadi saksi meriahnya pertemuan akbar keluarga besar perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Acara Halal Bihalal yang digelar pasca-Idul Fitri 1447 H ini menghadirkan suasana penuh kekeluargaan, mempertemukan putra-putri daerah dari lima provinsi — Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung — dalam satu ikatan kebersamaan bertajuk “Sumsel Bersatu.”
Kehadiran Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., bersama Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, menjadi simbol sinergitas antara aparat pertahanan dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran jenderal bintang dua ini menegaskan komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat silaturahmi lintas sektor.
Acara ini semakin berwibawa dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional lintas generasi. Menteri Dalam Negeri RI H. Tito Karnavian, Menko Pangan RI Zulkifli Hasan, serta tokoh senior seperti Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, dan Marzuki Alie tampak hadir.
Kehadiran mereka bersama pejabat TNI-Polri, pimpinan partai politik, dan pejabat gubernur dari wilayah Sumbagsel menunjukkan betapa strategisnya peran keluarga besar perantau dalam pembangunan nasional maupun daerah.
Momentum ini bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pelaku usaha, dan aparat keamanan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan melahirkan ide-ide segar untuk pembangunan berkelanjutan di seluruh pelosok Sumatera Bagian Selatan.
Mayjen TNI Ujang Darwis menekankan pentingnya menjaga semangat kekeluargaan yang terjalin melalui Halal Bihalal ini.
“Kebersamaan yang kita bangun hari ini harus menjadi energi positif untuk mendukung kondusivitas wilayah, khususnya di jajaran Kodam II/Sriwijaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara tokoh pemerintah, dunia usaha, dan aparat keamanan akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pembangunan di masa depan.
Halal Bihalal Sumbagsel kali ini bukan hanya perayaan tradisi pasca-Lebaran, melainkan juga panggung kebersamaan yang memperkuat persatuan bangsa. Dengan hadirnya tokoh-tokoh lintas generasi dan sektor, acara ini menegaskan bahwa ikatan kedaerahan dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Semangat “Sumsel Bersatu” menjadi pesan moral yang menggema dari Palembang untuk Indonesi.(ril)








